MENGOPTIMALKAN POTENSI GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK
Oleh: Emanuel Fernandez Numba, S.T., Gr
Supervisi akademik Dalam praktiknya, ada dua paradigma utama yang mendasari proses pemberdayaan supervisi akademik kita, yaitu paradigma pengembangan kapasitas berkelanjutan dan paradigma optimalisasi potensi setiap individu. Setiap kepala sekolah dan pimpinan pembelajaran harus fokus pada peningkatan kapasitas pendidik untuk merancang pembelajaran yang pro-siswa dengan tujuan mengembangkan sekolah menjadi learning community of practice. Instruktur memahami tujuan dan arti supervisi sekolah (Sergiovanni, dalam Depdiknas, 2007):
- Pertumbuhan: Setiap orang melihat supervisi sebagai bagian dari siklus pembelajaran untuk meningkatkan kinerja guru,
- Pengembangan: Pengawasan mendorong individu untuk mengidentifikasi dan merencanakan area untuk pengembangan diri,
- Supervisi: sarana pemantauan pencapaian tujuan pembelajaran.
- Kemitraan: proses kolaboratif antara pembimbing dan guru
- Konstruktif: Bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pribadi
- Dalam rencana
- Reflektif
- Tujuan: Data/informasi diperoleh sesuai dengan tujuan yang telah disepakati
- Terus menerus
- Komprehensif: Mencantumkan tujuan dari proses supervisi akademik
- Interaksi yang bersifat kemitraan
- Sasaran supervisi berpusat pada strategi pembelajaran atau aspek pengajaran yang hendak dikembangkan oleh guru dan disepakati bersama antara guru dan supervisor
- Siklus supervisi klinis: pra-observasi, observasi kelas, dan pasca-observasi
- Instrumen observasi disesuaikan dengan kebutuhan
- Objektivitas dalam data observasi, analisis dan umpan balik
- Analisis dan interpretasi data observasi dilakukan bersama-sama melalui percakapan guru dan supervisor
- Menghasilkan rencana perbaikan pengembangan diri
- Merupakan kegiatan yang berkelanjutan
| Pra-observasi | Pertemuan pra-observasi ini merupakan percakapan yang membangun hubungan antara guru dan supervisor (pembimbing) sebagai mitra dalam pengembangan kompetensi diri guru. |
| Observasi | Aktivitas kunjungan kelas yang dilakukan oleh supervisor (pembimbing) untuk memantau proses yang terjadi di kelas. |
| Pasca-observasi | Percakapan supervisor (pembimbing) dan guru terkait hasil data observasi, menganalisis data, umpan balik dan rencana pengembangan kompetensi. Proses percakapan bersifat reflektif dan bertujuan untuk perbaikan ke arah yang lebih baik. |
Share this
Facebook
0
WhatsApp
Twitter
Google+
0
Email
