Adrianus Misi Boleng (Andris) dan Yeren Vania Cikita Amalo (Rista), Duta SMA 2022 Propinsi NTT, diundang untuk mengikuti Pelatihan Champion REAKSI (Remaja Aksi Bergizi) di jenjang SMA secara daring melalui zoom meeting dalam rangka pelaksanaan komponen gizi remaja untuk Sekolah Sehat sebagai wujud konkret dari pelaksanaan UKS, Direktorat Sekolah Menengah Atas (SMA) Kemendikbudristek. Penyuluhan tersebut diikuti pada 18 – 19 November 2023 lalu. Melalui penyuluhan tersebut, Andris, salah satu Duta SMA 2022, membuat sebuah refleksi dan tulisan singkat atas apa yang ia terima selama 2 hari.

Dewasa ini, penggunaan media sosial di kalangan remaja semakin menjamur dan berkembang pesat. Dengan kepemilikan ponsel pintar (smartphone) yang bukan lagi menjadi barang mewah, remaja menjadi sangat mudah untuk mengikuti perkembangan zaman dan mengakses beragam platform sosial media terkini. Hal ini tentu memicu munculnya gagasan dan inovasi baru yang bertebaran sebagai bentuk kreatifitas remaja. Eksistensi para pengguna media sosial generasi Milenial dan Gen Z ini tentu dapat mempermulus usaha Kemendikbud dan Kemenkes dalam menyebarluaskan informasi-informasi penting melalui konten-konten dari hasil kreatifitas remaja.
Remaja Aksi Bergizi (REAKSI) merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi dalam membiasakan konsumsi TTD (Tablet Tambah Darah), makan makanan dengan menu gizi seimbang dan rutin melakukan aktivitas fisik/berolahraga. Memang, hal ini sangat berkaitan erat dengan tugas dan fungsi dari tenaga kesehatan dalam merealisasikan masalah-masalah kesehatan yang ada di Indonesia. Meskipun demikian, sebagai seorang remaja, pelajar dan juga Duta SMA, tentunya sudah menjadi suatu keharusan untuk bisa mengambil bagian dalam mengkoordinasikan hal tersebut kepada seluruh teman-teman yang ada di daerah setempat. Peran remaja sangat dibutuhkan! Oleh karena itu, remaja harus bisa menjadi role model, roda penggerak, serta penyalur aspirasi-aspirasi untuk direalisasikan oleh pihak berwenang dalam sektor yang dimaksud. Nah, bagaimana caranya??
Media sosial sendiri merupakan medium yang paling berpengaruh dalam penyampaian informasi berupa pesan, ide, dan gagasan, dari satu pihak ke pihak lainnya yang dilakukan secara tidak langsung melalui platform-platform tertentu. Sebagai pelajar dan remaja, kita terdorong untuk memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk membuat ide atau gagasan dalam bentuk konten kreasi yang tentunya memiliki nilai gunanya.
Kita bisa memberikan penyampaian terkait informasi penggunaan obat TTD, makanan yang bergizi, dan ragam aktivitas fisik yang dapat digala. Di sisi lain, informasi yang hendak dibagikan harus disaring dengan baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan kontroversi. Kemudian, gunakanlah media sosial sesuai kebutuhan, menjaga sikap dan etika dalam beraktivitas di media sosial, dan tentunya membuat dan mempublikasikan konten yang positif dan bermanfaat. Sebagai seorang remaja, kita harus terlibat untuk berkembang dan berproses untuk belajar tentang hal-hal baru. Tidak ada hasil yang instan, maka mari kita Bersama berproses dengan hati dan tujuan yang tetap.

Demikian ajakan dari Adrianus Misi Boleng, siswa kelas XII IPA 1 SMAK Frateran Podor yang menjadi DUTA SMA Propinsi NTT 2022.

Anak Frador semakin di depan! bersinar dan membanggakan sekolah beserta kami para alumni.